PANGKALPINANG, beritapemerhatikorupsi.id – Panglima Kodam II/ Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Ujang Darwis, M. D. A. hingga kini masih memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait dugaan keterlibatan salah satu anggotanya dari unsur Intel Kodam, berinisial Gun, dalam praktik penyelundupan timah ilegal ke salah satu smelter swasta di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pada 28 Desember 2025 lalu.

Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan sejak beberapa hari terakhir tidak mendapat tanggapan, Pesan singkat yang ditujukan lansung kepada Pangdam Sriwijaya tak kunjung direspons, Sikap diam ini justru memantik tanda tanya besar ditengah publik, terlebih isu yang mencuat menyeret nama aparat aktif di tubuh TNI AD.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Gun yang diketahui bertugas di satuan Intelijen Kodam, diduga berperan dalam meloloskan dan mengamankan distribusi pasir timah ilegal menuju smester swasta, Aktivitas tersebut disebut – sebut berlangsung terstruktur, rapi dan sulit disentuh aparat penegak hukum.

Sejumlah sumber Interlal menyebut, peran oknum Intel ini bukan sekedar pendampingan, melainkan diduga aktif mengatur jalur distribusi, koordinasi lapangan, hingga pengamanan dari potensi penindakan.

” Dia Gun mengatur semua proses pengiriman pasir timah sebanyak 10 ton itu, ” Kata sumber kepada team Radak Babel saat berada di lokasi.

Jika dugaan ini terbukti, maka kasus tersebut bukan lagi persolaan pelanggaran individu, melainkan, melainkan tamparan keras terhadap komitmen TNI dalam menjaga marwah institusi dan perang terhadap mafia timah di Bangka Belitung.

Sikap bungkam Pangdam Sriwijaya dinilai memperkeruh situasi, Publik menanti penjelasan resmi, bukan keheningan, Apalagi, selama ini TNI kerap menyuarakan komitmen zero tolerance terhadap keterlibatan prajurit dalam bisnis ilegal.

Ketua Permahi Bangka Belitung, Taufik Hidayat kepada awak media Jumat (02/1/2026) siang, menilai transparansi dan penindakan tegas adalah kunci memuliakan kepercayaan publik, Mereka mendesak Mabes TNI turun tangan dan membuka penyelidikan terbuka atas dugaan keterlibatan oknum Intel Kodam tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Pangdam II/ Sriwijaya belum memberikan pernyataan resmi, sementara dugaan penyelundupan timah ilegal ke smelter swasta di Sungailiat terus menjadi perbincangan hangat di masyarakat Bangka Belitung.

(Sumber: Berita Tinta Babel )

(Jamalludin )