Banyuasin, beritapemerhatikorupsi.id – Sangat di sayangkan kabupaten Banyuasin yang selama ini menjadi salah satu penyumbang pangan terbesar di Indonesia pada umumnya dan di Sumatera Selatan pada khususnya harus terhambat oleh oknum dinas pertanian tanaman pangan dan hortikultura itu sendiri.

Ketika Bapak Bupati Banyuasin bekerja keras meningkatkan hasil pertanian terutama di sektor padi dan jagung, namun instruksi tersebut harus patah dan terhambat oleh bawahnya sendiri.

Ketika awak media dan tim menemui kejanggalan khususnya di desa saleh mulya, kecamatan air salek- kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, kenapa untuk program IP 200 kok tidak maksimal bahkan kurang dari 30% ??

Setelah di telusuri ketemulah faktor penghambat tersebut, yaitu keterbatasan alsintan untuk olah tanah,di sebabkan langkanya bahan bakar jenis solar.

Bagaimana tidak dari beberapa traktor roda empat yang ada di saleh mulya ada tiga yang aktif itupun jadi pasif karena, sekali lagi ulah Dinas terkait.

Yang membuat geleng-geleng kepala bukan tanpa sebab, Rekomendasi BBM yang di berikan kepada pemilik alsintan TR4, hanya mendapat 19 liter sampai 24 liter per Minggu, padahal praktek di lapangan untuk pengerjaan satu hetar membutuhkan sekitar 20 liter, untuk sehari TR4 bisa menggarap 3 sampai 4 hetar lahan siap tanam,atau siap tabur benih langsung (tabela).

Untuk itu petani di desa saleh mulya mengeluhkan kinerja Dinas tanaman pangan dan hortikultura kabupaten Banyuasin yang hanya memberi rekomendasi 19-24 liter per unit alsintan jenis TR4..per Minggu sesuai yang tertera di surat rekomendasi.

Dugaan keteledoran atau kesengajaan,kami meminta bapak bupati Banyuasin untuk mengevaluasi kinerja bawahannya, jangankan turun kelapangan menghitung konsumsi bahan bakar alsintan saja tidak pecus!!

Pada hal untuk kabupaten lain atau mungkin desa lain di Banyuasin juga satu unit TR4 mendapat jatah bahan bakar subsidi jenis solar sebanyak 431 liter per Minggu atau 7 hari kerja… sangat jauh di banding rekomendasi yang di berikan pada alsintan TR4 desa saleh mulya yang hanya 19 liter sampai 24 liter per Minggu itu pun hanya untuk tiga alsintan TR4.

Heran nya kami awak media ketika menghubungi pihak dinas terkait via WhatsApp saudara “AB” tidak ada tanggapan, terus lebih lagi kepala dinas DTPH BANYUASIN bapak sarip.sp., Menandatangani dan menyetujui REKOMENDASI NGAWUR tersebut meski ini tidak masuk akal ” BAPAK BUPATI BANYUASIN ” seperti ini kah kinerja DPTH, kabupaten Banyuasin??????

Lembaga investigasi & media.
(Team).

Tinggalkan Balasan