Pasaman, beritapemerhatikorupsi.id – Kinerja Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Saiyo patut menjadi pertanyaan. Sebab, sejumlah masyarakat Kapalo Banda Nagari Aia Manggih Utara, Kecamatan Lubuk Sikaping mengeluh akibat tanah perkebunan yang dilalui pipa induk PDAM menjadi semak belukar sejak beberapa tahun belakangan ini.

Informasi yang berhasil dirangkum awak media dari masyarakat setempat, semenjak dibangunnya pipa induk pada tahun 2015 lalu, pihak Perumda Tirta Saiyo tidak pernah melakukan perawatan terhadap pipa induk, akibatnya perkebunan warga yang dilalui pipa indui tersebut menjadi semak belukar.

Selain itu, pintu air menuju persawahan dan kolam masyarakat saat ini juga tidak di aliri air lagi karena tertutup material longsor beberapa tahun yang lalu. Hingga saat ini belum ada perbaikan dari pihak terkait.

“Pihak PDAM ini sungguh keterlaluan pak. Setidaknya lakukanlah perawatan dan pembersihan pipa induk ini, agar pipa tetap terawat. Jangan dibiarkan pipa tersebut ditumbuhi lumut dan disekitarnya ditumbuhi rerumputan yang lumayan tinggi,” kata salah seorang warga yang tanahnya dilalui pipa induk kepada awak media, Rabu (24/12/2025).

Ia mengaku bahwa dirinya selalu yang membersihkan rerumputan disekitar pipa induk itu, karena ia takut jika dibiarkan bisa menjadi sarang hewan berbisa seperti ular dan lain sebagainya.

“PDAM ini kan perusahaan milik daerah. Apakah Pemda setempat tidak menganggarkan biaya untuk perawatannya. Atau ada oknum yang memainkan anggaran perawatan aset pemerintah ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Saiyo, Deddy Eka Putra saat dikonfirmasi awak media mengakui bahwa ada menganggarkan biaya perawatan setiap tahunnya, namun enggan menjawab berapa jumlah anggarannya.

“Biaya perawatan memang ada. Tapi coba kita lihat dulu berapa anggaran pastinya,” jawabnya singkat.

Selain itu, Deddy juga menjawab bahwa secara teknis lumut yang menempel pada luar pipa GIP tidak menurunkan/mempengaruhi kualitas air yang akan di Transmisi kan ke Bangunan pengolahan.

Pipa GIP yang terpasang katanya sudah dilapisi dengan Seng (galvanis) sehingga tahan terhadap korosi serta perubahan suhu dilapangan.

“Untuk pemeliharaan pipa Perumda Tirta Saiyo terus berupaya melakukan pemeliharaan/perawatan dengan melakukan perbaikan terhadap kebocoran pipa Transmisi dan Distribusi, melakukan perubahan typing koneksi pada jalur pipa, melakukan flushing pada jalur pipa Distribusi,” terangnya.

Ia juga membantah bahwa pintu air masyarakat Perumda Tirta Saiyo tidak pernah melakukan penutupan.

“Saluran air masyarakat pada saat kondisi sekarang memang tidak berfungsi akibat tertimbun longsor beberapa tahun yang lalu dan adanya beberapa titik saluran yang putus dan sampai saat ini belum ada perbaikan dan pemeliharaan oleh masyarakat pengguna air. Sedangkan jalur pipa transmisi terpasang tidak mengganggu ke saluran air masyarakat,” ucapnya.
Tim