BERITAPEMERHATIKORUPSI.ID, BANGKA -Usai tidak adanya aktivitas ekspor komoditas timah pada periode Januari-Februari 2024, geliat ekspor bahan mineral itu diprediksi bakal mulai tumbuh pada bulan Maret-April ini.

Hal tersebut disampaikan Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Safrizal ZA, saat  hadiri dalam agenda Berita  Resmi Statistik (BRS), Perkembangan Ekspor dan Impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Februari 2024,Pada Senin (1/4/2024)yang lalu.

Pj Gubernur Safrizal menjelaskan, prediksi soal geliat ekspor timah tersebut tidak terlepas dengan mulai terbitnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahunan, untuk perusahaan pertambangan timah pada kurun waktu Maret-April 2024 ini.

“Kalau ekspornya nol, artinya royalti nya dan bagi hasilnya nol, tapi itu bulan Januari-Februari. Bulan Maret-April ini sudah ada RKAB yang keluar, dan ekspor sudah mulai,” ujar Safrizal.

Menurutnya, RKAB yang telah dikeluarkan pada saat ini tidak hanya diterima oleh perusahaan milik negara, tetapi juga kepada beberapa perusahaan swasta.

“PT Timah sudah dapat RKAB, kemudian beberapa perusahaan swasta juga sudah dapat RKAB. Jadi sudah bisa ekspor, berdasarkan produksi masing-masing,” terangnya.

Pada kesempatan itu, pria yang juga menjabat sebagai Dirjen Adwil Kemendagri tersebut juga meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menghitung pengaruh pelemahan sektor timah pada masyarakat Bangka Belitung. Safrizal menerangkan, data itu berguna untuk mengetahui angka pasti seberapa jauh terganggunya ekonomi masyarakat.

“Termasuk kemampuan daya beli, kalau prediksi saya 20-30 persen sesuai dengan PDRB di sektor pertimahan. Tapi nanti pastinya minta tolong dihitung, supaya kita bisa mengetahui secara pasti berapa besar kontraksi dari sektor pertambangan timah,” ucapnya.