PASAMAN, beritapemerhatikorupsi.id — Siang itu suasana di Dapur Mami terasa berbeda. Tawa, canda, dan obrolan ringan antarwartawan dari berbagai media perlahan berubah menjadi diskusi yang penuh makna. Di tengah kebersamaan itulah lahir sebuah kesepakatan yang diharapkan menjadi babak baru bagi dunia jurnalistik di Kabupaten Pasaman.
Selasa, 14 Juli 2026, puluhan wartawan yang selama ini menjalankan tugas di berbagai platform media sepakat membentuk Pers Bersatu Pasaman (PBP). Organisasi ini hadir bukan sekadar sebagai wadah berhimpun, melainkan sebagai rumah bersama yang mengedepankan persaudaraan, profesionalisme, dan semangat menjaga marwah profesi wartawan.
Kesepakatan tersebut lahir melalui musyawarah yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Tanpa perdebatan panjang, peserta secara aklamasi mempercayakan Yunzar Lubis untuk memimpin kepengurusan perdana sebagai Ketua Umum Pers Bersatu Pasaman.
Kepercayaan itu disambut Yunzar dengan harapan agar organisasi yang baru terbentuk mampu menjadi perekat seluruh insan pers di Kabupaten Pasaman.
“Saya berharap pertemuan dan persaudaraan ini dapat terus terjalin erat, awet, dan kekal selamanya. Mari kita jadikan PBP sebagai rumah bersama yang menjaga kekompakan, menjunjung etika jurnalistik, serta bersinergi membangun Pasaman yang lebih baik,” ujarnya.
Bagi para wartawan yang hadir, lahirnya Pers Bersatu Pasaman bukan sekadar pembentukan struktur organisasi. Lebih dari itu, PBP menjadi simbol tekad untuk menghapus sekat-sekat yang selama ini kerap muncul di antara insan pers, sekaligus memperkuat solidaritas dalam menjalankan tugas jurnalistik yang independen, profesional, dan bertanggung jawab.
Sebagai langkah awal, forum juga menyepakati syarat keanggotaan organisasi. Setiap anggota harus berstatus sebagai wartawan aktif, berdomisili di Kabupaten Pasaman, serta secara sukarela mendaftarkan diri sebagai bagian dari Pers Bersatu Pasaman.
Dalam kesempatan yang sama, peserta menetapkan susunan kepengurusan perdana. Yunzar Lubis didampingi Hasdika Weldi, Ewin, dan Nuzul Ramadana sebagai jajaran wakil ketua. M. Afrizal dipercaya sebagai sekretaris dengan Syafrianto sebagai wakil sekretaris, sementara Wan Vibowo mengemban amanah sebagai bendahara.
Kepengurusan juga dilengkapi sejumlah bidang strategis, mulai dari Keanggotaan, Organisasi dan SDM, Kesejahteraan Anggota, Kemitraan dan Kerja Sama, Investigasi, hingga Hubungan Masyarakat. Keterlibatan puluhan wartawan dalam struktur tersebut menjadi gambaran bahwa PBP dibangun dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.
Lahirnya Pers Bersatu Pasaman diharapkan menjadi energi baru bagi perkembangan dunia pers di daerah. Organisasi ini bukan hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga wadah meningkatkan kualitas sumber daya wartawan, memperjuangkan kesejahteraan anggota, serta membangun kemitraan yang sehat dengan pemerintah, lembaga, dan masyarakat.
Ke depan, kepengurusan perdana PBP berkomitmen segera menyusun program kerja yang berorientasi pada peningkatan kompetensi, penguatan etika jurnalistik, serta kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Pasaman.
Dari sebuah meja makan yang dipenuhi kehangatan, kini tumbuh sebuah rumah bersama. Sebuah ikhtiar yang lahir dari semangat persaudaraan, dengan harapan Pers Bersatu Pasaman mampu menjadi payung bagi seluruh insan pers untuk terus menjaga independensi, integritas, dan profesionalisme dalam mengabdi kepada masyarakat melalui karya jurnalistik.
TIM.