Pasaman, beritapemerhatikorupsi.id . Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional (AMPETRA) Indonesia menggelar kegiatan konsolidasi dan sosialisasi bersama calon pengurus DPD AMPETRA Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Makodim 0305/Pasaman, Minggu (7/6), dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Umum I DPP AMPETRA Indonesia, M. Azhar Napitupulu, beserta jajaran pengurus pusat lainnya.

Turut hadir pengurus DPW AMPETRA Sumatera Barat serta sejumlah undangan dari berbagai unsur masyarakat.

Dalam keterangannya kepada awak media, M. Azhar Napitupulu menjelaskan bahwa AMPETRA merupakan wadah resmi yang berkomitmen memperjuangkan legalitas, hak, perlindungan hukum, serta peningkatan kesejahteraan para penambang rakyat atau penambang tradisional di seluruh Indonesia.

“AMPETRA lahir dari kesadaran para penambang tradisional untuk bersatu dan memperjuangkan hak-haknya secara sah dan konstitusional,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran AMPETRA bukan untuk menciptakan konflik di sektor pertambangan rakyat, melainkan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para penambang tradisional.

Sementara itu, Dandim 0305/Pasaman, Letkol Inf. Darmawan Hendra Wijaya, menyatakan dukungannya terhadap kehadiran AMPETRA di Kabupaten Pasaman. Menurutnya, organisasi tersebut dapat menjadi sarana perjuangan bagi masyarakat, khususnya para penambang tradisional, dalam memperoleh hak dan perlindungan yang lebih baik.
“Dengan hadirnya AMPETRA di Kabupaten Pasaman, kami berharap organisasi ini mampu memperjuangkan hak-hak masyarakat, khususnya para penambang tradisional,” katanya.

Dukungan serupa juga disampaikan Danramil 04/Bonjol, Kapten Inf. Nurmansyah, yang juga merupakan pengurus DPW AMPETRA Sumatera Barat. Ia mengapresiasi kehadiran pengurus DPP AMPETRA ke Pasaman sebagai langkah awal yang positif dalam membangun organisasi di daerah.

“Ini merupakan langkah awal yang baik bagi masyarakat Pasaman. AMPETRA Indonesia diharapkan menjadi motor penggerak dalam memperkuat posisi penambang tradisional agar lebih terorganisir, berdaya, serta memiliki daya tawar yang kuat dalam sistem ekonomi nasional,” ungkapnya.

Melalui konsolidasi ini, AMPETRA Indonesia berharap dapat memperluas jaringan organisasi hingga ke daerah serta memperkuat perjuangan penambang tradisional dalam memperoleh pengakuan, perlindungan, dan akses terhadap kegiatan pertambangan yang legal dan berkelanjutan.
” TIM “