Seluma, beritapemerhatikorupsi.id – Pembangunan pemeliharaan jalan rabat beton Desa Sido Sari Kecamatan Suka Raja Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu mengunakan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2024.

Dengan volume 144 meter dan Talut penahan tanah dengan volume 76, menjadi sorotan publik, para pekerja mengeluh upah dengan sistem borongan permeter hanya mendapatkan diduga hanya di bayar, Rp.20.000,- yang diterima terindikasi sangat minim di bawah standar rata-rata.

Saat ini masih dalam tahap dikerjakan dengan penghasilan hanya Rp.70.000,- perhari di bawah standar, menjadi keluhan serius pekerja sehingga dapat menimbulkan pekerjaan terkesan asal-asalan, Minggu (15/12/2024).

Berdasarkan pantauan awak media dilapangan, pada Jumat (13/12), terlihat adanya kegiatan pekerjaan pembangunan pemeliharaan jalan di Desa Sido Sari Dana Desa (DD) tahun 2024 yang sedang dikerjakan oleh warga setempat.

Salah seorang pekerja yang mewakili dari anggota yang lain, langsung menyapa ketika melihat awak media sedang menjalankan tugas fungsi kontrol sosial, ditempat kegiatan pekerjaan tersebut yang kebetulan di depan rumahnya.

Saat berbincang-bincang tentang sistem upah para pekerja, bersama rekan-rekan lainnya ada sekitar 12 orang pekerja dengan sistem borongan permeter.

Lebih lanjut, salah seorang yang mewakili dari pekerja lainnya, yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan terkait upah pekerja permeter nya berapa. Ia menjelaskan kalau upah kami sistem borongan untuk permeter Rp.20.000,- terkadang tidak tentu sehari begitu.

“Hanya dapat kurang lebih 15 x 3 jumlah 45 meter x total upah yang diterima Rp.900.000,- dan itu juga di bagi 12 perorang Rp.75.000,- itulah yang kami hasilkan dalam kerja satu hari,” ungkapnya.

Namun di sisi lain kami sangat mengeluhkan dan merasa ini tidak sesuai terkait dengan upah yang kami terima. Ini sudah ada permainan karena upah pekerja yang telah di tentukan oleh ketua TPK Desa, namun yang menjadi pertanyaan besar kami.

“Apakah memang RAB nya memang segitu anggaran untuk upah pekerja per meter karena kami merasa ini sangat tidak masuk akal upah serendah ini dan di bawah standar rata-rata, tetapi terkadang kalau kami protes kami disalahkan,” paparnya dengan nada kecewa.

Suladi S